Sunday, November 21, 2010

Tentang Dia..

dia siapa ? ya dia.. yg selalu ada disini *nunjuk hati.. halah! haha

well..saya ngepost blog ini dgn air mata yg dt td ga ada abisnya ngalahin sungai bengawan solo.. tepat 1 hari setelah saya ulang taun :) dan beberapa jam setelah dia pulang,balik ke rumahnya,kampungnya (oh plis apapun lah itu namanya). dan itu artinya bakal lama lg setelah ini bisa liat dia lagi.. cryyyyyyyyy :'( :'( :'(

he came,he went. he came up with a smile in his face,and every day,i always miss her smile.. but he went with many tears on my face :( :(

God,if I want him to stay here,false me? :(

dia datang,di hari ulang tahun saya,20nov,and u know? I'm veryyyy happyyyy because it..
tapi kenapa harus secepat itu kamu pulangg? T__T
saya masih pengen kamu disini,saya masih butuh kamu,saya masih rindu senyum itu,saya masih rindu tawa itu,saya masih rindu semua hal tentang kamu yang jarang saya dapati!

just want u to know,everyday I'm here to remember u.. remember ur smile,ur hug,ur love,ur spirit,and everything about u :(

mungkin emang terlalu banyak perbedaan kita,tapi ga salah kan kalo kita tetep kuat di atas semua perbedaan ini? :)

oke,cuma ngungkapin perasaan kok.. daripada dipendam jadi bisul ato paling mentok jd jerawat..-,-

pokoknya,I'm still here,to wait u love :)

dan intinya,saya cuma rindu dia. titik.
bagi yg ga ngerti,ga usah dipaksa biar ngerti :)

oke sekian dulu curcol saya. many thanks buat waktunya baca blog ga jelas ini.
c u and babay..

N.

Saturday, October 30, 2010

Bye October,Welcome My November :)

kalo udah akhir bulan gini,pasti kepikiran gaji deh,apa aja yang udah diperbuat buat bulan ini,prestasi apa aja,apa yang udah dilakuin buat ngebanggain ortu..

dan hasilnya.. lumayan lah kalo buat bulan ini mah! gak cetek2 amat,seenggak2nya masih ada yg bisa diceritain ke mama dan bikin dia senyum bangga sehabis denger cerita saya.. nyihihihihii :))

as usual,november selalu bikin semangat baru buat saya,karena november itu lucu,unyuu unyu.. HALAH!
gak,lebih tepatnya karena,I was born in this month,painstakingly pastinya,and many thanks to my mom for this :) :*

nyambut november 2010,berarti saya harus siap ngelepas semua atribut ke-sweetsepentinan saya,karena tahun ini saya not 17YEARS anymoreee.. hikshupt *tarik ingus
tapi mesti bersyukur jg lah masih dikasih umur *TETEUUPP..

kalo ditanya persiapan apa aja buat umur 18? mmm.gak tau yahh,yg jelas saya mesti jauh jaauh jauh jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya..itu aja sih,gak muluk2..

ngomong sih gampang nad,prakteknya yg susah!

iya juga sih,tapi kalo semua hal dianggap susah duluan,kapan majunyaaaa? KAPANNN?
yg jelas,usaha,doa,baru tawakkal.. serahin ke Yang Di Atas lahh,tugas kita cuma usaha dan doa sungguh2,yang nentuin emang cuma Dia..

tentang impian saya yang sempat tertunda di umur 17 ini,yg bikin saya nangis keder 7hari 7malem,saya masih tetep berharap dan berusaha kok,sampai saya gak mampu lagi buat ngelakuin apa2.. caelahh..
for my friend who are far away,Nadia Athifa,inget impian kita yak!
kita lulus sama2,masuk 'kesana' pun sama2,SUKSES pun sama2,masuk surga pun sama2!! wahahahahaah AMIEN!

sekian dulu curcol saya.. many thanks buat yg udah ngeluangin waktunya baca blog ini..
kiss n hug :*

Wednesday, October 20, 2010

Bukan Hanya tentang Mensyukuri,tapi Menikmati

sering kan denger orang bilang 'syukuri aja lah,,emang udah itu takdirnya'
fine sejauh ini saya setuju sama perkataan itu,sangat setuju kok.jangan khawatir!
hanya saja,kadang saya suka random sama gimana cara kita mensyukuri apa yang kita dapat,sekaligus menikmatinya sebagai bagian dari 'takdir" itu tadi..
bingung? sama madam! saya juga bingung! makanya saya nge-post ini blog! HAHA!

for example yakk:
  • PENGENNYA beli roti keju. FAKTANYA dibeliinya coklat.
  • PENGENNYA baju warna kuning. FAKTANYA dapetnya kuning tua (HALAH!)
  • PENGENNYA tinggal di kota besar. FAKTANYA tinggal di pedalaman (oke ini cuma contoh,jangan tersinggung kotaku.. kisskiss :*)
hal-hal ky gitu lah.. oke kita bersyukur,bahkan mungkin sangat bersyukur,tapi balik lagi,kok kebanyakan dr kita ga tau gimana cara nikmatin ituuu ?

oke liat gambar ini deh. cekidot!


see gambar apa ini? yes benar! gambar gelandangan,atau mungkin pengemis,atau mungkin tahanan,atau mungkin orang gila,yah apapun itu,yg jelas dia lagi makan,bukan buang air besar.

pernah gak si bayangin kalo kita mau makan tapi keadaan kita ky gitu? makan seadanya,tangan diborgol,APA-APAAN?

kalo seandainya itu yang terjadi sama kita (yah  mudah-mudahan jangan lah yak! *siap-siap dilempar batu),apa yang kita lakukan? ngamuk,nangis? iya? masih ga kepikiran buat mensyukuri bahkan mungkin menikmati makanan yang kita dapet,in this condition,kaya gelandangan itu yang begitu menikmati makanan yang dia dapet? saya (hampir) yakin jawabannya adalah TIDAK!

kenapa TIDAK? karena kita terbiasa hidup enak,buddy! makan enak siap depan mata,tinggal minta langsung ada lengkap sm dessert nya! huwaww.. ya kan? iya deh.. ngaku aja! :p

jd gimana sama pertanyaan di atas? Gimana cara mensyukuri apa yang kita dapat sekaligus menikmatinya?

jawabannya,liat ke bawah madam! jangan melulu liat ke atas! liat orang-orang yang hidupnya jauh lebih sulittt daripada kita! setelah itu masihkah kita gak bersyukur?gak bisa menikmati? kalo jawabannya,masih,silahkan tutup blog saya dan merenung lagi buddy..

saya emang ga sempurna,dosa saya juga mungkin udah seabrek-abrek banyaknya,tapi saya selalu berusaha untuk mensyukuri setiap nikmat yang Tuhan kasih dalam hidup saya..

sekian omongan ngalur-ngidul saya.. lanjut lagi lain waktu yak.. C. U n many many thanks buat waktunya mampir ke blog ga jelas ini.. Kisskisshug :* 

nadnovia..

gambar di atas diambil dari sini




Sang Maharani

ada yang pernah denger tentang SANG MAHARANI?
yes madam,itu novelnya Agnes Jessica.yg latar belakangnya tentang penjajahan jaman kompenii.. yang udah pernah baca,pasti sepakat sama saya,this is one of the best novel I'v ever read!
open our eyes how cruel the invaders at that time!

sangking cintanya sm nopel ini,saya sampai jadiin nopel ini sebagai drama buat ujian akhir SMA,well emang bukan saya sendiri,tapi sm temen2 juga.. sebagian besar ceritanya diambil dr nopel ini,yahh dengan perubahan sono sini lahh..

bagi yang mau tau gimana naskah lengkapnya. cekidot!



Batavia memiliki daya tarik yang besar. Namun,Batavia bukanlah kota yang berwibawa,Batavia lebih tepat disebut sebagai kota yang cantik,seperti seorang gadis lemah gemulai dengan dandanan mencolok dan bertingkah laku malu-malu yang memperlihatkan sedikit matanya yang besar dibalik kipas yang dipegangnya. Itulah Batavia.
Di kota inilah Maharani lahir tepat tahun 1925,pada saat perkembangan kota sedang pesat-pesatnya. Saat itu penduduk Batavia hampir mencapai setengah juta jiwa,sebagian besar adalah orang Belanda,Eropa,Inlander,dan  Vreemde Oosterlingen (Timur Jauh),yaitu sebagian kecil orang Cina yang mendiami tempat yang dikenal sebagai kawasan Pecinan.
Penduduk Batavia,baik secara langsung maupun tidak,memperoleh sumber nafkah dari orang-orang Eropa. Mereka hidup rukun,walaupun miskin dan tak terpelajar. Yang terpenting bagi mereka adalah bisa hidup tenang dan damai. Situasi tahun 1925 di Batavia memang amat damai,seperti permukaan air yang tenang dan hanya beriak sedikit bila disentuh. Pada masa itu,walaupun pendidikan,jabatan pemerintahan,dan kepemimpinan militer hanya hak bangsa Eropa,bangsa pribumi yang kebanyakan tak terpelajar jarang merasakan ketidakadilan. Mereka tidak mengerti dan menerima kehidupan apa adanya,seolah memang seharusnya begitu.
Maharani lahir di tengah situasi seperti itu. Ia termasuk kelompok Eurasian (Indo-Eropa),yang mempunyai hak sama dengan orang Belanda. Ia tidak pernah merasakan penderitaan dan ketidakadilan. Semua adil baginya. Dari ibunya yang keturunan Jawa priayi,ia mewarisi tingkah laku yang lemah lembut dan perasa.Dari ayahnya yang asli Belanda,ia mewarisi ketegaran dan otak yang cerdas. Dari keduanya,ia mewarisi kecantikan alami yang dimiliki oleh sebagian besar anak indo campuran. Kulitnya putih,hidungnya mancung,mata besar dan rambut ikal berwarna kecokelatan. Secara fisik semuanya sangat proporsiaonal,ia betul-betul seperti boneka porselen Belanda yang diletakkan Ayu,ibunya,di atas bufet di ruang tamu. Sebagai anak perempuan satu-satunya dari seorang Belanda yang berkedudukan di Batavia,ia tidak pernah merasakan kekurangan apa pun dalam hidupnya. Ia sangat bahagia.
Karena ketidakmampuan ibunya untuk melahirkan  lagi,ibunya mengangkat seorang anak laki-laki pribumi bernama Arik untuk menemani Maharani. Ketika sudah waktunya sekolah,ia dan Arik disekolahkan di sekolah Belanda setempat. Saat mereka luluis Hollande Primary School,Ayu meninggal karena kanker rahim yang dideritanya. Kehilangan ibu membuat Maharani sedih beberapa saat,tapi karena ia masih memiliki ayah yang sangat menyayanginya maka ia tidak terlalu merasakannya secara berlarut-larut. Ia tumbuh menjadi seorang gados yang berbahagia dan hidupnya penuh dengan masa-masa yang mengesankan,yang tak terlupakan sepanjag hidupnya.
Sayang,ada pertemuan pasti ada perpisahan,ada kegembiraan pasti ada juga kesengsaraan. Hidup memang selalu mempunyai dua sisi seperti itu. Pada saat Rani dan Arik masuk HBS,sekolah menengah Belanda di Bandung,ayah Rani menikah untuk kedua kalinya dengan seorang Janda beranak satu,penduduk asli Batavia. Sejak itulah roda kehidupannya berubah,atau mungkin memang sudah saatnya begitu.




SCENE 1

Sari      : Rani,kau sudah gila yah? Mengapa kau tidak memberikan baju yang dibelikan ayahmu pada Tiar?
Rani     : Wat is er,Moeder? *Ada apa ibu?*
Sari      : Jangan berbicara dengan bahasa Belanda!!
Rani     : *berpikir* Hmmmm.. sekitar sepuluh potong,ibu..
Sari      : Mengapa kau tidak memberi kepada Tiar?
Rani     : Saya akan  memberikan 5 gaun ibu,Tiar bisa datang sendiri ke kamar saya untuk memilihnya.
Sari      : Ba.. baik.. aku akan menyuruhnya datang ke kamarmu.
Rani     : Kalau tidak ada lagi yang dibicarakan,Ibu,saya akan melanjutkan bermain catur.

SCENE 2

Tiar      : emmhh.. ibuku menyuruhku kesini..
Rani       : oh,ya.. masuklah Tiar. Apakah kau ingin bermain catur bersama kami? *tersenyum dan menarik tangan Moetiara masuk ke kamar, Tiar duduk di samping Rani.* Pilih 3,kita bagi 2 sama rata. Warna putih ada 4,kamu bisa pilih 2 di antaranya,lainnya warna merah,biru dan hijau muda. Kau bisa pilih 3 di antaranya. Modelnya tidak ada yang sama,semuanya model terbaru.
Tiar dengan rakus memilih 5 baju terbaik... Setelah itu Tiar langsung keluar kamar tanpe berkata apa-apa..
Rani     : kelihatannya ia senang sekali ya..
Arik     : huh! Kurasa ia beluim pernah melihat gaun seindah itu seumur hidupnya. Apa benar ia akan masuk sekolah bersama kita bulan depan?
Rani     : ya,tapi kurasa ia tidak akan masuk kelas bersama dengan kita. Kau tau? Dulu ia hanya bersekolah di sekolah desa.
Arik     : aku masih bingung,mengapa ayah mau mengambil ibunya sebagai istri. Tidak punya tata krama,dan tak terpelajar pula. Walaupun cantik,untuk apa bila mulutnya memalukan untuk dibawa kemana-mana?
Rani     : jangan berkata begitu tentang ayah!! Begitu pula tentang ibu,laten we ons niet vergissen (Jangan kita berburuk sangka).
Arik     : well,tapi apa kau tidak lihat ia telah memilih baju yang terbaik dari semua baju itu? En zender (tanpa) rasa malu menyisakan yang lebih sederhana untukmu? Tidakkah itu keterlaluan?
Rani     : apakah kau iri padanya? Biar kuminta ayah untuk membelikan beberapa setelan barat model terbaru.
Arik     : tidak,pakaianku masih banyak. Lagipula aku masih punya rasa sungkan. Gadis itu...
Rani     : *memotong pembicaraan Arik* Sudahlah! Sejak ibu meninggal,ayah tidak pernah mengajak kita kemana-mana. Sejak ada Moeder Sari,bahkan pesta dansa kecik saja ayah menolak untuk menghadirinya..
Arik     : kalau begitu,untuk apa ayah menikahinya?
Rani     : Arik,kaum pria membutuhkan seorang istri untuk mearwatnya. Tidak ada yang salah dengan tindakan ayah,yang salah hanyalah pilihannya.
Arik     : betul! Cantik,tapi di dalamnya kosong melompong. Kasian ayah..
Rani hanya berdiam diri tidak menanggaip kata-kata Arik..

SCENE 3
ARIK DAN RANI SEDANG BERJALAN-JALAN MALAM HARI..

Arik     : Rani,apa kau melihat pemuda itu? Apa kau masih mengingatnya?
Rani     : bukankah dia pemuda yang ada di pesta Nyonya Sofia kemarin?
Arik     : Ya,betul.. Hei lihat dia menuju kesini..

Yanuar menghampiri Arik dan Rani..

Yanuar                                 : hei,kalian anak Jenderal Van Houten kan? Tumben kalian berjalan-jalan disini.. oh,ya..Perkenalkan,aku Yanuar.
Rani     : aku Maharani,dan ini adikku,Arik..
Arik menjabat tangan Yanuar..
Yanuar                                 : senang berkenalan dengan kalian,anak Jenderal Van Houten yang terhormat itu,mmm.. apakah kalian mau mampir ke rumahku sebentar?
Rani     : mmm.. tapii.. hari sudah sore,kami takut pulang kemalaman..
Arik     : Baiklah,kami akan ke rumahmu!
Rani     : *berbisik* Arik,kau ini apa-apaan? Ayah kan melarang kita bergaul dengan orang lain tanpa seizin beliau!
Arik     : *berbisik* Tenang saja,ayah tidak akan tau kita pergi ke rumahnya,lagipula kan kita hanya mampir sebentar,ayah tidak akan sadar.
Rani     : hmmm.. baiklah..
Mereka berdua pun pergi ke rumah Yanuar tapi mereka kelamaan karena mereka keasyikan bermain catur. Lalu mereka pulang..

SCENE 4
Rani     : aduh.. bagaimana ini? Kita pulang terlalu larut.. ayah pasti marah.
Arik     : tenang saja. Ayah pasti sudah tidur,dia pasti tidak akan sadar jika kita pulang semalam ini.
Rani     : Ah.. aku gugup sekali..
Mereka masuk..
Ayah   : darimana saja kalian?!! Kenapa pulang selarut ini?
Arik     : kami tadi berjalan-jalan di pasar malam ayah..
Ayah   : jangan bohong kalian!! Tiar mengatakan kepada ayah kalau kalian pergi kerumah anak indo cina itu. Siapa namanya?!
Tiar      : Yanuar,ayah..
Ayah   : iya.. Yanuar..
Arik menatap Tiar dengan penuih kebencian. Tiar hanya menunduk tidak berani menatap Arik.
Rani     : maafkan kami,Ayah.. kami khilaf *sambil menangis tersedu-sedu.
Ayah   :  ayah benar-benar kecewa dengan sikap kalian,terutama dengan kamu Rani!! Kamu itu anak perempuan,anak seorang Jenderal lagi! Sungguh tindakan yang sangat memalukan. Seharusnya kamu bisa menjaga kehormatan keluarga kita!!

SCENE 5

Rani     : Maafkan kami Ayah.......maafkan kami,,... hiks hiks...
Ayah   : Mulai besok kalian Ayah hukum tidak boleh kemana-mana sampai kalian masuk sekolah bula depan.
Rani     : Baik Ayah..
Di kamar
Arik     : Dasar mutiara kurang ajar, anak kampung !!! Berani-beraninya dia mengadukan perbuatan kita ke Ayah. Aku yakin pasti dia iri karena kita ke rumah Yanuar..!!
Rani     : Sudahlah Arik ini memang semua salah kita
Selanjutnya, setelah mereka di hukum, mereka bersekolah. Arik , Mutiara, dan Rani bersekolah di tempat yang sama tapi mereka beda kelas, Maharani dan Rani di kelas tiga dan Mutiara di kelas dua. Tapi  Mutiara memutuskan untuk berhenti sekolah karena dia tidak suka sekolah, tetapi Maharani dan Arik tetap sekolah seperti biasa. Beberapa minggu kemudian terdengar kabar kalau Ayah mereka, Jenderal Van Houten meninggal. Mereka pun akhirnya pulang ke rumah.
Di rumah
Rani     : Ibu mana jenazah ayah?? Benarkan Ayah sudah meninggal
Sari      : Benar tapi Ayah mu sudah dikuburkan
Arik     : Apa ? kenapa jenazah Ayah sudah dikuburkan..? kenapa Ibu tak menunggu kami?
Sari      : dasar anak keterlaluan..!! tidak tau di untung ! Aku ini sudah lelah mengurus jenazah ayahmu, lagipula kalian itu lama sekali datangnya tidak mungkin kami menunggu kalian.!!
Rani     : Sudahlah Arik sebaiknya kita ke makam Ayah

Mereka pun pergi ke makam Jenderal Van Houten, kemudian kembali lagi ke rumah

SCENE 6

Sari      : Mulai besok kalian berdua tidak usah kembali ke sekolah
Arik     : Apa, mengapa begitu ?? Ibu tidak bisa seenaknya saja memutuskan sekolah kami..!
Sari      : Dasar kalian anak tidak tau di untung...kerjanya hanya membantah saja, asal kalian tau yaa....Ayah kalian itu banci.....eh salah maksud ibu, Ayah kalian itu tidak memberikan uang yang cukup untuk kita semua....makanya tidak ada uang untuk membiayai sekolah kalian..! Seluruh pembantu yang ada di rumah ini sudah ibu pecat untuk menutupi kebutuhan kita
 (Arik melotot)
Sari      : apa kamu melotot lotot, dasar anak liar, percuma kamu disekolahkan kalau tidak menghormati orang tua, sudah masuk sana, masuk kamar masing-masing...
Lalu sejak kejadian itu Sari mulai memperlakukan Maharani dan Arik dengan semena-mena. Hari-hari Maharani bagai di neraka, Maharani dijadikan sebagai pembantu dirumahnya sendiri. Maharanisekarang tinggal di kamar pembantu, kamar yang dulu di tempati Tiara..
Kemudian

Scene 7

Sari      : Rani-Arik kemari kalian ...!!!
Arik     : Ada apa bu, ada yang ingin dibicarakan ..?
Sari      : Langsung saja, sebaiknya kamu ke Jogja menemui orang tua kandungmu, karena ibu tidak sangup membiayai kamu..
Arik     : Apa...? berarti aku harus terpisah dengan Rani..?!!
Rani     : Tidak!!! Jangan biarkan Arik pergi Ibu..Biarkan dia tetap di sini. Kami saja yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita...
Sari      : Aaah, sudahlah!! Diam kalian! Keputusan ibu sudah bulat!Arik, secepatnya kemasi bajumu dan pergi dari sini Semakin cepat semakin baik.
Rani     : hiks...hiks..
Arik     : Baiklah..Aku akan menuruti semua kemauan ibu..
Rani     : Jangan Arik ! Bukankah kamu sudah janji selalu menjagaku??
Arik     : Maafkan aku Rani, benar apa kata ibu, keberadaanku disini memang merepotkan. Aku janji, aku pasti akan membawamu keluar dari rumah ini suatu saat nanti. Maafkan aku, Rani ...
Setelah itu, Arik pun pergi meeninggalkan Maharani dan rumahnya. Hari-hari Maharani semakin buruk semenjak kepergian Arik. Tetapi Rani tetap bersyukur ia masih bisa tinggal dirumahnya sendiri. Ia mengisi hari-harinyadengan membaca buku pengetahuan dan bekerja agar ia tidak bodoh. Tetapi, ketenangannya itu tidak berlangsung lama semenjak kedatangan Jepang ke Indonesia. Jepang mengalahkan pasukan Belanda di Indonesia sehingga keberadaan Belanda di Indonesia terancam. Sampai pada suatu malam...

SCENE 8

Sari      : (menggedor kamar Maharani) Rani, bangun!! Cepat, cepat!
Rani     : Ada apa, ibu? Kenapa ibu membangunkan aku malam-malam begini?
Sari      : Cepat kamu bertukar baju dengan Mutiara!
Rani     : Ada apa sebenarnya, Ibu?
Sari      : Sudah kamu tidak usah banyak komentar, cepat kamu ganti baju saja!
(Rani dan Mutiara bertukar baju)
Rani     : Sebenarnya ada apa, Ibu?
Sari      : Sebentar lagi pihak tentara Jepang akan datang. Jangan bilang apa-apa tentang kami berdua, bahwa kami adalah keluargamu. Bilang saja bahwa kami adalah pembantumu.
Rani     : Apa? Ibu, tolong aku Ibu! Jangan berikan aku pada tentara Jepang! Aku tidak ingin dibawa oleh tentara Jepang!
(Sari menampar Rani)
Sari      : Turuti saja apa kataku, awas ya, kalau kau berani mengatakan sesuatu tentang aku dan Tiar, aku bunuh kamu!!
Setelah itu tentara Jepang datang
Tentara: Suruh semua orang yang ada di rumah ini keluar! (menunjuk Rani) kamu, ikut saya! Apakah tidak ada orang lain lagi yang berhubungan dengan Belanda?
Rani     : Ti.. tidak ada lagi, Ayah dan Ibu saya sudah meninggal, sedangkan mereka.. mereka hanya pembantu.
Rani pun dibawa oleh tentara Jepang. Rani dimasukkan ke dalam mobil yang berisi sekelompok orang Belanda lainnya. Setelah itu, Rani dimasukkan dalam tahanan bersama dengan orang Belanda lainnya. Tahanan yang membangkang disiksa secara kejam. Seperti dipukuli, disulut rokok, dicabut kukunya, setiap hari disuruh hormat pada matahari terbit, kelaparan, dan berbagai siksaan lainnya. Hingga pada suatu ketika..
Tentara: Ayo semuanya keluar! Gadis berumur 17-25 tahun diharapkan untuk mau ke depan!
Semua gadis maju dengan muka ketakutan termasuk Rani.
Tentara: Kamu! (sambil menarik perempuan tersebut dan menyeretnya satu-persatu)
Mereka pun diangkut dengan truk dan dibawa ke sebuah wisma.
Iskak   : Owh .. (mengamati perempuan itu) bagus juga barangnya! Ayo kalian masuk, mandi sebersih-bersihnya dan pakai pakaian terbaik!
Mereka pun masuk ke kamar mereka masing-masing, tetapi kamar itu dikunci dari luar. Kemudian masuklah tentara Jepang yang ingin ”memakai” mereka.
Wanita : waarghhh...waarghhh...waarggghhh

Begitulah nasib mereka . para wanita itu dan Rani dijadikan Jugun Ianfu, yaitu wanita yang dipaksa untuk memuaskan nafsu bejad para tentara Jepang. Kemudian, hari-hari mereka bagaikan di neraka, bahkan salah satu di antara mereka ada yang bunuh diri. Pada bulan Juni 1944 tiba-tiba saja wisma itu ditutup dari para tamu. Om Iskak hilang entah kemana. Seorang perwira datang ke tempat itu dan mendata mereka kembali, ia menjelaskan bahwa para gadis itu akan dikembalikan kepada keluarga mereka karena penguasa Jepang melarang praktik pelacuran itu diteruskan. Kemudian keesokan harinya seluruh gadis yang ada di wisma itu diangkut dengan truk dan dibawa ke kamp, berkumpul bersama gadis-gadis yang senasib dengan mereka.




SCENE 9

Di Jogjakarta
Hasnah                                 : Bu, aku lapar ..
Ibu       : Sabarlah nak, bila kita dapat rezeki pasti kita dapat makan..
Arik     : Bisa kita bicara sebentar, Ibu?
Ibu       : Ada apa, Rik?
Arik     : Aku ingin kembali ke Jakarta.
Ibu       : Untuk apa lagi Arik? Bukankah mereka sudah mengusirmu? Buat apa lagi kamu mengemis-ngemis pada keluarga sombong itu?
Arik     : Bu, aku kesana untuk mencari Rani dan bekerja untuk menghidupi Ibu dan adik-adik. Aku tidak tega melihat kalian kelaparan disini sementara aku hanya diam berpangku tangan.
Ibu       : Baiklah kalau itu maumu. Pergilah ke Jakarta.

SCENE 10

Di Jakarta, Arik mencari pekerjaan dan akhirnya ia mendapatkan pekerjaan sebagai staf di salah satu kantor berita di Jakarta pada masa itu. Akhirnya Rani dapat bebas dari kamp, ia pun pergi ke rumahnya kembali, tetapi alangkah terkejutnya ia melihat rumahnya telah terbakar habis dan rata dengan tanah. Rani pun berjalan dengan gontai.
Tetangga: Rani, Maharani kan? Wah untung kamu baik-baik saja. Sudah lama sekali kita tidak bertemu.
Rani     : Oh, eh iya. Anda tetangga saya kan? Mm.. apakah Anda tahu apa yang terjadi dengan rumah saya dan kemana perginya Tiar dan Ibu tiri saya?
Tetangga: Oh, iya. Sewaktu kamu pergi, Ibumu itu membuka usaha pelacuran yang meresahkan warga, oleh karena itu, rumah tersebut dibakar massa.
Rani     : Ya Tuhan, lalu kemana perginya Tiar dan Ibu?
Tetangga: Saya kurang tahu, tapi menurut berita yang saya dengar, mereka membuat usaha seperti itu lagi di daerah lain.
Rani     : oh begitu. Oh iya, apa Anda tahu kemana perginya pembantu-pembantu dirumah saya setelah dipecat?
Tetangga: Oh, yang saya tahu mereka pulang ke rumah mereka masing-masing, tapi saya tahu rumah pembantumu yang bernama Ujang. Rumahnya tak jauh dari sekitar sini.
Rani     : Bolehkah saya minya alamatnya?
Tetangga: Boleh, rumahnya di jalan Mangga nomor 7
Rani     : Terima kasih. (pergi ke rumah pak Ujang)
Rani     : Permisi!!
Ujang  : Ya, (memandang Rani sambil mengingat-ngingat) Oh, neng Rani! Ayo masuk neng!
Rani     : Makasih, Pak. (masuk)
Ujang  : Untunglah neng baik-baik saja. Saya mencari-cari neng sewaktu Ayah neng meninggal, tetapi saya selalu dihalang-halangi oleh Ibu Sari untuk menenmui neng. Sampai akhirnya saya dipecat.
Rani     : memangnya ada apa Bapak mencari-cari saya?
Ujang  : Saya ingin sekalimemberitahukan neng, kalau Ayah neng meninggal karena diracun oleh Ibu Sari!
Rani     : Apa?! Benarkah itu pak?!
Ujang  : Benar neng, waktu itu Ibu Sari membeli racun tikus dan ditaruh di dapur, waktu saya tanya untuk apa, dia bilang dirumah ini banyak tikus, padahal kan dirumah itu tidak ada tikus. Setelah itu, Ibu Sari membuatkan Ayah neng Rollade daging, tak tahunya setelah memakan Rollade itu Ayah neng langsung sakit perut dan tiba-tiba meninggal.
Rani     : Apa bapak yakin? Siapa tahu Ayah memang mengidap penyakit lain.
Ujang  : Benar neng, waktu itu sisa Rolladenya masih banyak. Tadinya mau saya makan, tapi tidak jadi, akhirnya saya berikan ke kucing. Kucing itu tiba-tiba langsung mati dan mulutnya berbuih. Waktu saya periksa di dapur,ternyata racun tikus itu yang dibeli ibu Sari itu sudah tidak ada lagi.
Rani     : apa benar itu,pak? Seharusnya kan penyebabanya sudah ketahuan melalui diagnosa dokter?
Ujang  : iya neng,tapi dokter yang memeriksa ayah neng itu ternyata teman sekampungnya ibu Sari. Saya dengar dia cuma mantri . jadi ada kemungkinan mereka berdua bersekongkol.
Rani     : sungguh kurang ajar!!! Keterlaluan!! Brengsek!! Overdomeh!! Tega sekali wanita jalang itu.. pak,tolong bantu saya menjebloskan wanita itu ke penjara.
Ujang  : baiklah,tenang saja neng,saya pasti akan bantu neng,saya akan menyiapkan saksi-saksi dan bukti-bukti yang bisa memberatkan ibu Sari.
Rani     : terimakasih ya pak..
Ujang  : oh iya neng,ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan. Ini berkenaan dengan surat wasiat yang ditulis oleh ayah neng.
Rani     : apa itu pak?
Ujang  :tunggu sebentar yang saya ambilkan.
Beberapa saat kemudian..
Ujang  : ini neng silahkan dibaca sendiri..
Rani     : *membaca*. Wah,kalau begitu Pak Ujang malam ini tolong temani saya ke rumah saya yang dulu ya..
Ujang  : ohh boleh neng,tapi untuk apa?
Rani     : sudahlah Bapak tidak perlu tau,nanti saya jelaskan disana. Saya tunggu jam 10 malam disana,jangan lupa membawa linggis dan sekop ya..
Ujang  : baiklah neng..

SCENE 11

Malamnya..

Rani     : *meraba-raba dinding yang tersisa dirumahnya*. Sepertinya disini tempatnya,Pak..
Ujang  : lalu apa yang harus saya lakukan?
Rani     : tolong hancurkan dinding ini. Tapi pelan-pelan saja ya pak.. Jangan sampai merusak bagian yang ada di dalamnya.
Pak Ujang mencongkel dinding itu dan akhirnya mendapatkan beberapa bidang emas.
Rani`   : stop,stop pak!!! *mengambil emas,memasukkan ke dalanm tas*. Tenang saja pank,dengan ini kita pasti bisa membalas Sari.

Rani pun mencairkan emas tersebut dan kemudian membeli sebuah rumah,setelah itu dia mencari Sari dan Moetiara. Sari langsung ditangkap oleh polisi.

SCENE 12

Rani: jangan... jangan tangkap saya, toloooooooong....
Mutiara: tidak, ibu saya tidak bersalah. Maharani itu pembohong... (namun polisi tidak menghiraukan, dia tetap menangkap Sari, Sari pun menjadi gila dan frustasi) (Rani memulai hidup baru yang tenang dan damai)
Suatu ketika Rani berjalan-jalan disekitar rumah lamanya. Dia bertemu dengan seseorang yang pernah hadir di kehidupan lamanya.
Rani: Yanuar, benarkah itu kau?
Yanuar: Rani? Ya ampun Rani kemana saja? Banyak sekali yang terjadi disini semenjak kepergianmu . Semakin cantik saja kau Maharani.
Rani: Yah, begitulah Yanuar! Begitu banyak sudah yang terjadi dihidupku. Ahh,  sudahlah, tak usah dibahas.
Yanuar: Bagaimana kalau kau mampir dulu kerumahku? Kita berbagi kisah tentang masa lalu kita.
Rani: Yah, baiklah.

Setelah beberapa lama, Rani pun menjalin kasih dengan Yanuar. Suatu malam di restoran Yanuar.

SCENE 13

Rani : Hmmmm, lezat sekali makanan ini (kemudian matanya celingukan, tidak sengaja dia melihat Arik) hah, Arik? Orang itu sangat mirip dengan Arik, benarkah orang itu Arik.  (badan Rani lemas seketika kemudian Rani mendatangi Arik) Arik, benarkah itu kau?
Arik: Rani? Amigos. Aku tidak percaya itu kau, kemana saja kau selama ini bagaimana kabarmu. Apa kabar?
Rani: Ariiiik (langsung dipeluk) jangan tinggalkan aku lagi Arik.
Arik: Raniiii!!

Pertemuan kakak beradik itu pun menjadi pertemuan yang sangat mengharukan. Ditempat lain.



SCENE 14

Mutiara:Yanuar dengar yaa.. kau berpacaran dengan Rani yaa?
Yanuar: oh iya emang betul, kenapa?
Mutiara: Aku heran kenapa kamu mau berpacaran dengan perempuan kotor itu.
Yanuar: Apa maksudmu?
Mutiara: Jadi kamu tidak tau yaa!
Yanuar: Tau apa, cepat katakan dengan jelas jangan sepotong potong seperti itu
Mutiara: OK..OK.. sabar-sabar.... Ku beritahu yaa, Rani bekas pelacur dia itu dijadikan Jugun Yanfu untuk memuaskan nafsu para tentara Jepang.
Yanuar: hehhh, kau kira aku percaya itu tidak mungkin
Mutiara: Benar, aku diberitahu oleh paman Iskak, dia adalah pamanku yang pada saat itu menjadi germo.
Yanuar: Apa? Apa kau serius?
Mutiara: Serius.. Duarius malah. Makanya aku heran kenapa kamu mau berhubungan dengan dia? Dia itu sudah membohongimu, sebaiknya kau putuskan saja ubunganmu dengan dia.
Yanuar: Ya.... mungkin aku akan memutuskan hubunganku dengannya.
Mutiara: (tersenyum jahat) daripada kau berpacaran dengannya lebih baik kau berpacaran dengan perempuan yang lebih baik.
Yanuar: Siapa maksudmu?

Mutiara dan Yanuar tersenyum penuh arti, lalu Yanuar pun mendatangi Maharani bersama Mutiara.

SCENE 15

Yanuar: Rani, ada yang aku katakan padamu?
Maharani: (melihat Yanuar dan Mutiara dengan tatapan bingung) Ada apa Yanuar?
Yanuar: Sebaiknya kita berdua tidak usah berhubungan lagi. Aku kecewa denganmu. Kenapa kau tak pernah mengatakan padaku kalau kau bekas Jugun Yanfu?
Maharani: Da..da..darimana kau tau?
Mutiara: Aku yang memberi taunya, memangnya kenapa?
Maharani: Kenapa kau melakukan ini Mutiara? Apa salahku padamu? Dari dulu kau selalu membenciku. Apa maksudmu melakukan ini semua?
Mutiara: Kenapa? Karena aku benci padamu, kau sudah membuat hidupku berantakan, selama ini kau selalu di agung-agungkan setiap orang aku muak padamu.
Maharani: kau sendiri, ibumu telah membunuh ayahku, kau tidak jauh lebih kejam. Asal kau tau, kan sekarang sudah menghancurkan hidupku.
Mutiara: Rasakan kau, Rani! Sekarang kau sudah hancur tidak ada lagi yang melindungiku. Ha..ha..ha

Yanuar dan Mutiara pun meninggalkan Maharani sendirian dalam keterpurukan. Tiba-tiba Arik datang. Ia mendengar semua percakapan mereka bertiga-tiga.

SCENE 16

Arik        :Rani,kau tidak apa-apa?
Rani        :tentu asti sudah mendengar semuanya kan apa yang dikatakan Mutiara memang benar aku memang bekas jugun Yanfu. Lebih baik kau pergi saja. Aku kotor.
Arik: Jangan berkata seperti itu! Aku tidak akan meninggalkan mu seperti mereka. Bukan keinginanmu menjadi Jugun Yanfu. Semuanya adalah takdir, sama seperti kita takdir jugalah yang mempertemukan kita kembali.
Rani: Benarkah Arik? Kau tidak akan meninggalkanku.
Arik: Tentu saja. Bagaimana kalau kau tinggal bersama ku? Kita akan memulai semuanya dari nol lagi. Apakah kau mau?
Rani: Baiklah aku mau, tapi kau harus janji, jangan pernah meninggalkanku.
Arik: Baiklah aku berjanji.

Mereka berdua pun tinggal bersama, hingga akhirnya timbul rasa cinta diantara mereka. Bukan cinta yang dialami kakak dan adik tapi cinta antara laki-laki dan perempuan.

SCENE 17

Arik: Rani, bagaimana kalau kita menikah saja? Kita kan sebenarnya tidak ada hubungan darah.
Rani: Tapi.... Apa kau rela beristrikan aku yang sudah tidak suci lagi?
Arik: Itu bukan penghalang untukku. Aku mencintai mu apa adanya Rani. Bagaimana denganmu?
Rani:Ya... aku juga mencintaimu. Baiklah aku mau menikah denganmu.

Mereka berdua pun akhirnya menikah dan hidup dengan bahagia. Sementara Yanuar yang menjalin hubungan dengan Mutiara merasa tidak bahagia dan ia pun merasa menyesal karena telah mencampakkan Rani. Ketika Yanuar ingin menemui Rani kembali, betapa terkejutnya ia melihat Rani sudah menikah dengan Arik. Yanuar pun sangat sedih dan memutuskan untuk melanjutkan hidupnya tanpa Rani. Kini Rani dan Arik hidup bahagia, tak ada lagi yang mengganggu hubungan mereka.

TAMAT.



 yeppp.. itu dia! bagus yak? wakakak MAKASII LOH! #hauspujian
emang kagak sama persis ky nopel aslinya.tp itu pure kita yang bikin lohh,dengan curahan tetes keringat air mata serta bau ketek,akhirnya naskah itu jadi juga,dan kita tampilin dengan amat sangat baik sekaleeeee #hiperbola dikit kagak papa lah yak. JANGAN DIBANTAH!

oh iyap,ini poto waktu kami selese pentas,jangan kaget liat wajah-wajah kampung kami




ohh yg baju pink2 dengan make up setebel pantat gajah itu bukan termasuk kelompok drama yak,cuman numpang poto aja.berhubung ga ada poto lain ya jadilah poto ini aja yg dimasupin.. DARIPADA GA ADA HAYOO? #emosisendiri #labil

berhubung tangan ini sudah ngantuk dan mata ini sudah pegel,sekin dulu nge-blognya.. sampai jumpa di lain waktu dan kesempatan! C.U and MANY MANY THANKS!
kiss and hug..

nadnovia




Nostal(gila) Masa Bocahh

well,ini postingan pertama saya,jd tolong bgt dimaklumi kalo rada2 NGATRO (!)

harus dimulai dr mana nih? salam,pembukaan,shalawat,ucapan terimakasih?
oh baiklah,ini bukan pidato,madam!

oke,oke,saya mulai..
sesuai judulnya,NOSTAL(GILA) MASA BOCAH
disini saya akan cerita tentang masa2 bocah saya (yahiyalahhh yak!) *timpuk batu.
sebenernya sih gak begitu ada yg sepesial spesial (kalo nimpuk burung tetangga sebelah pake galon akua tidak bisa dikatakan spesial).
oke,burung disini adalah burung dalam artian yang sebenar2nya,iya,yang terbang itu,bukan seperti yang ada dalam pikiran kalian,buddy!

sperti bocah-bocah (kampung) pada umumnya,saya juga ga jauh beda kok.. 
ingus meler,badan item,badan bau matahari,dan selalu dikejar2 nyokap tiap sore buat disuruh pulang..
ehm..meliat deskripsi di atas,kayaknya ga jauh beda sm saya yg sekarang *hela nafas.hembuskan..hela nafas..hembuskan..mati..

jadi inget,dulu masa-masa saya msh tinggal di bandung (yahh kira2 umur 5taonan lah)
waktu itu sih ada bocah lelaki yg naksir sama saya,tiap hari dateng kerumah bawain kelinci (heran,kenapa harus KELINCI?)
tapi ya sudahlah,ada yg naksir juga udah sukur.
oke,saya tau apa yang ada di benak kalian "waww nadya ada yang naksiirrr?!!"
ehm baiklah,anggap saja bocah yang (tidak) beruntung krn naksir saya itu lg khilaf..

pecaya ga pecaya,saya waktu kecil itu lumayan laku lohh,lumayan bnyk yg naksir,tp entah kenapa pas udah gede begini saya gak begitu laku. Ironis..
yahh silakan tertawa2 kencang2!! saya kasih waktu dr sekarang..oke cukup!

kembali lg ke bocah-yang-naksir-saya-tadi..
kita singkat aja jd BYST biar gampang. gampang? ribet juga kayaknya,oke sebut aja namanya Mawar
singkat kata,si Mawar ini tiba2 dateng ke rumah saya buat kasih surat,waktu itu saya bingung aja,kenapa nih cecunguk dateng kerumah,dandanan klimis,cengar-cengir ky sapi congek..
beberapa abad berlalu baru deh dia kasih itu surat,waw saya kaget,pingsan,lalu mati..
oke gak se-ekstrim itu.

abis kasih itu surat,dia langsung lari sambil nengok belakang,rambutnya berkibar,persis ky iklan sunsilk..
saya cuma diem,bengong,lalu..lalu..lalu saya nangis..
YES NANGIS! kenapa?
bukan karna terharu,bukan karna seneng,bukan karna apa.. 
tapi lebih karna..saya belum bisa baca..

well,sekian cerita gak mutu dr saya.. kalo menghibur ya makasih,kalo kagak YA MAAP! 
sekian.wassalam..